SALAM WARAS

Perkenankan kami adalah putra-putri bangsa yang mempunyai idiologi dan idealisme yang tergabung dalam wadah non pemerintah, .kami berniat dengan tulus untuk ikut mendarmabaktikan potensi kami guna kemajuan bangsa dan memberi kontribusi kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Dengan program-program kami yang terlampir dibawah ini.

Karena suatu alasan yang mendesak, bahwa telah terjadi adanya keterpurukan peradaban social, budaya, ekonomi, karakter yang semua itu sering kita saksikan di berbagai media. Sebenarnya masih banyak lagi fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat yang tidak terekspose. Dan seperti kita ketahui bahwa belum ketemunya “win-win solution” yang menjadikan keadaan negera dirasakan aman, nyaman dan tentram oleh rakyatnya. Baca selengkapnya…

ASMA 3, Merasakan Balung, Daging & Kulit

a7
“Allah Yang Maha Agung dirasakan di balung/tulang, Allah Yang Maha Rokhim dirasakan di daging, Allah Yang Maha Adil dirasakan di kulit” (wejangan dr sesepuh surakarta, Mbah Sosro alm). Pengolahan rohani merasakan sinar cahaya Allah (Asma 3) yang masuk dalam tubuh manusia yaitu pada tulang, daging dan kulit.

Tulang, adalah bagian tubuh yang paling keras tetapi didalamnya tulang terdapat benda yang sangat lunak yaitu otak dan sumsum, dimana kedua benda tersebut sangat rawan dan bermasalh sekali apabila bocor atau robek, Otak merupakan pusat sensorik yang menggerakan semua organ tubuh. Didalam pengolahan rohani otak adalah tempat berkumpulnya getaran yg mengalir dari ujung jari kaki. Saat geratan berkumpul kemudian bunbunan bisa terbuka, otomatis Sinar CaHaya Allah dari luar tubuh akan terhisap masuk kedalam otak.

Daging yang dimaksud disini berada diluarnya tulang sebelum kulit meliputi organ tubuh spt jantung hati ginjal paru2 dan lain-lain. Daging didalamnya ada organ Hati adalah simbol keokhiman/kasih sayang berbeda dengan otak yang berarti simbol kejeniusan, kepintaran ataupun kebijaksanaan.

Kulit berada dipaling luar dalam tubuh yang menghubungkan masuknya sinar cahaya Allah dengan daging dan kulit, Kita menghirup udara, mendengar suara, dll, kulitlah sebagai peranan yang aktif. Saat pengolahan rohani semua didiamkan/ diselehke maka keadilan akan bertindak, kalau rasa peka akan tahu mana yang sakit, mana yang kurang waras utamanya pada panca indra kita spt mata telinga hidung dll.

Asma 3, merasakan di tulang, daging & kulit lalu bagaimana dengan Asma 5 yaitu di Maha Wasesa dan Maha Langgeng? Menurut wejangan para sesepuh juga: “Maha Wasesa dirasakan diluar tubuh kira2 hingga radius 10 meter, sedangkan Maha Langgeng radius +10meter dan seterusnya dan semampunya. Maka dari itulah dalam peruwatan mengunakan Asma 5 karena pengolahan merasakan jagad agung diluar tubuh.

Sekiranya apa maksud dari wejangan diatas adalah agar para warga dalam merasakan masuknya sinar cahaya Allah (Asma 3) supaya dapat merata menembus semua atom, sel, komponen, organ didalam tubuh hingga seluruh tubuh terselimuti sinar cahaya Allah dan Otomatis Waras. Demikian, Salam Waras

Kategori:Serba-serbi

ELING LAN WASPADA

a6
Apakah anda seorang PELUPA? sering lupa atau sengaja melupakan sesuatu yang menyakiti hati? (contohnya putus cinta, dicampakan pacar, cinta segitiga, diselingkuhi, dll). Ataukah anda sering lupa menaruh barang-barang yg kecil, seperti kunci, kaca mata, dompet bahkan uang sekalipun? ataukah anda susah mengingat kejadian 1 jam lalu, 2 jam lalu, 5 jam lalu atau 1 hari, 2 hari lalu dan seterusnya, pokoknya yang lalu? kalau anda tergolong seorang pelupa , mungkin anda cocok untuk membaca artikel yang singkat ini.

Amenangi jaman edan ewuh aya ing pambudi
melu edan ora tahan
yen tan melu anglakoni boya kaduman melik
kaliren wekasanipun
Dillalah karsaning Allah
Sakbeja-bejane wong kang lali
luwih beja kang eling lan waspada.
(Sinom, serat kalatida, Ronggo Warsito)

Pelupa bahasa jawanya LALEN, memang sih orang yang lupa itu bejo, tp pujangga terkenal Ronggo Warsito mengingatkan “sak bejo-bejone wong kang lali luwih bejo kang eling lan waspada”. saat sang pujangga menuliskan itu, saat itu jamannya lagi edan, mungkin dikatakan jaman edan karena saat itu banyak orang yang edan, dan kenapa orang bisa menjadi edan karena banyak orang yang lupa/pelupa/lali. Pertanyaannya, Apakah sekarang ini jamannya masih jaman EDAN? agak EDAN atau lebih EDAN? dijawab dalam batin masing-masing kemawon ya.

Lupa itu bisa dikatakan penyakit, namanya penyakit lupa, dan mengapa seseorang bisa menjadi pelupa? kalau saudara googling penyebab lupa antara lain: Kadar gula darah tinggi, sering mengalami depresi, kecapekan/ metabolisme menurun atau kecapekan, kurang tidur, penuaan lanjut, terlalu banyak kosumsi narkoba, obat-obatan, nikotin, alkohol, dll.

Orang yang pelupa juga dikarenakan ada sesuatu hal besar yang menjadi beban dalam pikirannya. Terkadang bisa menjadikan seseorang tidak waspada dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Maksudnya tidak waspada yaitu tidak kosentrasi dalam melakukan sesuatu, suatu contoh kita jalan kaki bisa kesandung, bersepeda bisa jatuh sendiri, dll. Memang besar akibatnya bagi sipelupa sendiri dan juga orang yang disekitarnya, maka dari itu mari kita mencoba membedah solusi atau mengasi tips bagi pelupaisme supaya dapat kembali eling dan waspada.

SOLUSINYA, bagi warga sapta darma penyakit lupa itu mudah disembuhkan caranya yaitu “perbanyak mengolah rohani”. Wejangan Sri Gutomo: “Galilah rasa yang menyeliimuti tubuhmu (kepribadianmu yang asli)”, semakin banyak mengali rasa maka semakin banyak pula mengerti tentang apa saja yang ada tubuh ini. Putaran rasa/getaran dalam otak dalam kekanan keatas dibarengi dengan luar kekiri kebawah atau sebaliknya apabila diikuti dengan cermat akan mengembalikan memorial/ingatan apa saja yang pernah dilakukan dan itu sangat urut hingga apabila bisa tersambung terus-menerus memorial/ingatan leluhur kita yang sudah tiadapun bisa muncul. Semakin ditarik kebelakang lagi akan semakin tahu asal muasal hidup kita dan leluhur kita bahkan asal muasal alam semesta. Mungkin apabila mampu, ingatan sejarah tersebut kemudian ditarik kedepan untuk mengetahui masa depan. Dan panjang pendeknya melihat masa depan tergantung lebar jangka dalam melihat sejarah.

Penutup, di akhir kejayaannya tahun 1964-65, bapak proklamasi kita selalu mendengungkan JASMERAH (jangan lupakan sejarah) maka dari itu mungkin tulisan ini dapat menjadi motivasi rekan-rekan remaja supaya menjadi generasi yang tidak pelupa dan menjadi generasi yang selalu ELING lan WASPADA sehingga masa depan Bangsa Indonesia akan menjadi contoh bangsa-bangsa di dunia (mercusuar dunia). Demikian, Salam waras

Kategori:Serba-serbi

PENGALAMAN SUJUD RUTIN & PERUBAHANNYA

a5
Pernahkah saudara sekalian mencatat pengalaman sujud rutin anda dan juga perubahannya dalam kehidupan keseharian anda? Kita mengetahui gunanya sujud dan air suci, bagaimana prosesnya air suci dapat menberantas kuman–kuman penyakit dalam tubuh, Dapat menentramkan/menindas nafsu angkara, Dapat mencerdaskan pikiran, Dapat memiliki kawaskitan, seperti kawaskitan akan penglihatan, pendengaran, penciuman, tutur kata atau percakapan serta kewaskitaan rasa.

Dilihat gunanya air suci, para warga pastinya selalu dapat hidup waras/sehat setiap harinya, tapi kalau kita menyadari banyak kasus para warga yang sudah puluhan tahun menjadi warga sapta darma kalau sakit perlu ke dokter dan juga lebih-lebih menginap kerumah sakit, bukankah itu hal yang paradoks/kontras, Bukankah para warga bisa mengobatinya sendiri?? Apa yang salah dari kasus ini? Apakah sujudnya yang keliru atau sujudnya kurang rutin?

Sujud memang hal yang mudah, Cuma duduk diam bersila dan sedakep, merasakan keluar masuknya nafas, hanya itu saja sampai tenang dan damai. Hal2 yang terkait dengan prosesnya bisa kita amati sendiri saat sujud tersebut. Mudah bukan??? Dimana yang sulit???TIDAK ADA YANG SULIT, cuma ada yang tidak mudah yaitu kerutinan. Kerutinan yang dimaksud adalah seperti: 5 jam dalam sehari mengolah rohani, satu hari sekali sujud dengan sungguh-sungguh. Begitu saja.

Setelah bisa melaksanakan sujud rutin dalam beberapa hari kemudian beberapa bulan bahkan bertahun-tahun betapa hebatnya warga tersebut, apalagi setiap yang didapat dan perubahan dalam hidupnya selalu dicacat dan di dokumentasikan. Jika setiap warga mempunyai arsip pengalaman sujud rutinnya tersebut maka mungkin saja regenerasi akan lebih berjalan baik.

Dibawah ini sebagai gambaran umum tentang hipotesis 6 bulan melaksanakan sujud rutin dan perubahannya:

Bulan pertama
Dapat membrantas kuman–kuman penyakit dalam tubuh, tidur lebih nyenyak bangun tidur segar, lebih kuat, tenaga cepat pulih. dll

Bulan kedua
Lebih cepat dalam menentramkan/menindas nafsu angkara, tampa emosi tidak mudah marah, lebih banyak ngalah (Ngadep Allah), dapat membedakan rasa pangrasa, perlu dan tidak perlu serta dapat mengendalikan emosi, kalau diet lemak akan berkurang, pencernakan lebih baik, peredaran darah lancar hingga produksi sperma-sel telur akan sangat berkualitas. dll

Bulan ketiga
Dapat mencerdaskan pikiran, lebih fokus-kemampuan kosentrasi lebih baik serta lebih selalu semeleh, regenerasi sel dalam tubuh lebih baik hingga kelihatan lebih muda/menunda proses penuaan, bagi laki-laki-perempuan sudah lanjut usia mungkin bisa menjadi tidak menopouse lagi (kembali haid). dll

Bulan keempat
Dapat memiliki kawaskitan, seperti kawaskitan akan penglihatan, pendengaran, penciuman, tutur kata atau percakapan serta kewaskitaan rasa. Bisa membedakan cahya-rasa dan pengrasa, dapat tigas jangga kedua atau bawah (puser), secara rohani mulai dapat memahami alam sekitar. Mendeteksi penyakit dan juga perubahan alam. dll

Bulan kelima
Dapat menolong orang yang menderita sakit, dapat menguasai atom berjiwa untuk alam sekitar atau mendarmakannya. Dapat mengontrol getaran-getaran tubuh hingga disempurnakan lalu digunakan. Memahami tingkatan alam kasar maupun lembut hingga penghuni dan mengatasinya. dll

Bulan keenam
Dapat melaksanakan sesanti maupun wewarah tujuh secara iklas dan otomatis, suasana baik sudah menyelimuti tubuh sehingga kalis semua mara bahaya. dll

Diharapkan hal diatas dapat menjadi motivasi para warga untuk lebih tekun sujudnya dalam setiap harinya, dari hipotesis diatas hanya selama 6 bulan manusia sudah mencapai tingkat yang luar biasa, bagaimana kalau sekolah sapta rengga tingkat SMU sudah ada, pastinya generasi warga sapta darma akan lebih baik karena sujud rutin/tekunnya selama 3 tahun. Mungkin dari saudara sekalian ada hipotesis yang lain dapat di share/diskusikan disini, Demikian. Salam Waras.

Kategori:Serba-serbi

PENELITIAN ROHANI: WATAK Hari & Weton Kelahiran Manusia

a4Waktu acara permbukaan Remaja KSD Sragen Anjang sana/NGANGSU KAWRUH di Lamongan pada tahun 2013 yang lalu, Suatu kehormatan bagi kami karena telah disambut oleh sesepuh dan tuntunan dari Surabaya. Kemudian kami pernah mencacat beberapa wejangan sesepuh Surabaya yang diberikan kepada kami yaitu tentang watak hari dan weton kelahiran manusia yang didapat dari menelitian rohaninya. Kami tidak bertanya secara detail tentang bagaimana penelitiannya tetapi pada dasarnya pengolahan pada tingkat perbintangan. Harapan kami, dengan wejangan ini para remaja atau warga dapat mengetahui watak dino dan weton kelahiran dan juga termotivasi untuk menelitian di tingkat perbintangan, adapun wejangannya sebagai berikut:

Sapta pitu pekenan gangsal, jumlah hari tujuh-jumlah weton lima, tujuh hari berhubungan dengan watak tujuh sapta rengga dan weton lima berhubungan dengan watak lima perkara

Senin: Mripat kanan (Keinginannya berpakaian yang sae-sae)
Seloso: mripat kiri (Pakaianne biasa2 ae)
Rabu: telinga kanan (Wonge seneng pitutur sae-sae)
Kamis: telinga kiri (Kalau ada wong gegeren seneng)
Jumat: wonten bolongan irung kanan (Goleki apeke wong)
Sabtu: irung kiri (Goleki eleke wong)
Minggu: tutuk (Dikei opo-opo manut)

Pon: (Putih) Kekarepan resik
Wage: Ngomonge seng gedi2 (Ireng)
Kliwon: Pribadi (Golek pentinge dewe) (Abang)
Legi: Senengane seng apek (Ijo)
Paing: Keinginan kuat (Kuning)

Demikian, Salam waras

Kategori:Serba-serbi

CARA NGECEK BENDA BERTUAH & Pengaruhnya

a3

Bagi warga sapta darma sangatlah mudah untuk mengecek benda bertuah seperti AKIK, batu, keris, cundrik, semar mesem, dll. Dan ada pula yang menganggap bahwa emas, hp, ponsel, komputer, notbook, tablet, duet dll, adalah benda bertuah. OK, itu tidak jadi soal karena semua benda bisa di cek guna mengetahui pengaruhnya bagi rohani kita. G usah bertele-lete GAN, gimana caranya????…..

Contoh benda bertuahnya yang lagi BOOMing yaitu Cincin AKIK, cara ngeceknya mudah, cara ini sudah dibuktikan oleh penulis: Caranya: Pakai cincin akik di jarimu kemudian sujudlah atau patrap wening minimal selama satu setengah jam. Mengapa minimal satu setengah jam karena satu setengah jam dirasa cukup untuk mencapai tingkat keweningan yang diinginkan. Disaat proses sujud/wening setelah mencapai kehalusan rasa tertentu pasti ada getaran dari cincin akik tersebut yang membuat jari atau tangan kita bergetar dengan sendirinya hingga berpengaruh atau menjadi penghambat jalannya rasa di tubuh (semakin besar getaran yang ditimbulkan semakin besar pula pengaruhnya). Tidak hanya Cincin akik, cincin emaspun juga demikian, mengantongi uangpun membuat panas kalau saat sujud benar-benar.

Demikian cara…. dari kami, apabila ada cara lain atau persoalan terkait tentang ini, mungkin bisa kita diskusikan disini. WARAS

 

Kategori:Serba-serbi

BANJIR MELANDA JAKARTA Bagaimana Di mata Warga Sapta Darma???….

a2

Banjir yang melanda jakarta tiap tahunnya terdengar tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Berbagai macam solusi sudah diterapkan tetapi akhirnya banjir tetap datang tiap tahunnya, andai saja kalau tidak terjadi hujan pasti tidak akan terjadi banjir, apalagi kalau ada alat/manusia yang dapat mengendalikan iklim pastinya juga tidak akan terjadi banjir, bukankah begitu saudara?.

Penyebab utamanya banjir di jakarta hanya karena ada intesitas hujan yang tinggi yang mengguyur di daerah jakarta disekitarnya. Sungai-sungai selalu di perlebar/diperdalam, sosialisasi buang sampah pada tempatnya selalu digalakan, tapi hal itu tidak bisa mengatasi luapan air yang banyak. Air hujan yang turun tidak bisa diperkirakan berapa besar debit dan lamanya hujan hingga akhirnya solusi penanggulan banjir yang sudah diterapkan tidak mampu mengatasi.

Terjadinya banjir di pusat ibukota Indonesia banyak mengakibatkan dampak negatif disegala bidang. Khususnya dibidang kesehatan, penulis teringat akan pelajaran olahraga SD kelas 6 dulu, dibuku LKS di halaman pertama tertulis “Mensana in corporesano” yang artinya di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Bagaimana jika jakarta selalu terjadi banjir?apakah tubuh-tubuh di jakarta bisa menjadi sehat? padahal di jakarta banyak tubuh-tubuh pejabat pemerintahan Indonesia. PRIHATIN MEMANG.

Solusi Banjir Jakarta Di Mata Warga Sapta Darma???

Dalam buku sejarah ada bab yang menerangkan Permohonan Terang dalam rangka orang kerja yang isinya sebagai berikut: “Sesudah sujud wajib ditambahkan satu bungkukan dengan ucapan dalam batin: “HYANG MAHA SUCI MOHON HYANG MAHA KUASA, AGAR WAKTU KERJANYA DIBERI TERANG”, Kemudian pemilik kerja keluar rumah menuju tengah halaman menghadap ketimur HENING. Dengan mengacungkan jari telunjuk keatas dengan disabda: SABDANE HYANG WIDI TERANG”.

Kagem SEDULUR SEDOYONIPUN, Bagaimana kalau cara diatas digunakan untuk mengatasi banjir???? atau adakah cara lain secara sapta darma untuk mengatasi banjir di jakarta????

Mohon pencerahannya.

SALAM WARAS

Kategori:Serba-serbi

PASANGAN YANG RUKUN Seperti mimi & mintuna

a1
Cuplikan wejangan Bopo Sri Gutomo dalam buku dasa warsa:
“Bapak2, Ibu2 Yth. Dalam kehidupan rumah tangga, kami pesankan senantiasa dalam kedamaian. Jangan mudah bertengkar. Jadilah pasangan yang rukun.Seperti mimi & mintuna. Dalam mencarikan pasangan hidup putera-puterinya atau dirinya (bagi sekarang yang belum berpasangan) ajarlah mengadakan penelitian yang sempurna, supaya kelak tidak pecah/bercerai. Perjodohan yang sejati seperti mimi & mintuna berarti : menimbulkan ketenteraman; penghematan/ biji manusia, dan pemeliharaan. Ini mengakibatkan lahirnya keturunan yang baik.”

Mimi & Mintuna adalah sepasang ikan kecil yang sukanya hidup di air yang bening dan selalu bersama dalam menjalani kehidupannya. Menurut cerita jawa (ada tembangnya), ikan tersebut tidak akan berpisah/bercerai dan tidak mencari pasangan lain, bila salah satu ada yang matipun yang satunya juga akan ikut mati. Kita bisa bayangkan betapa rukun dan setianya ikan tersebut, satu untuk seumur hidup.

Pertengkaran dalam hidup yang paling banyak itu menurut penulis adalah pertengaran suami istri mengapa demikian? karena dalam menjalani hidup sehari-hari selalu bersama. Apalagi kehidupan setelah menikah dan punya anak, hal-hal kecil pun dapat menicu pertengkaran. Dilihat sekarang ini banyak kasus-kasus perceraian di kalangan masyarakat indonesia baik itu dikalangan artis, pejabat maupun kalayak umum. Perceraian dianggap sudah hal yang biasa yang lumrah yang dijalani masyarakat indonesia.

Bagaimana dengan warga sapta darma?…
Bopo Sri Gutomo memberikan konsep mimi & Mintuna, teknik-2 menjaga ketentraman (mengatasi suami atau istri supaya tidak serong), mencocokan rasa dan pangrasa adam-kawa, membuat anak laki-laki, perempuan dan bahkan Penghematan biji manusia untuk pasangan suami-istri warga sapta darma. Konsep tersebut sudah sangat cukup untuk digunakan dalam menjaga kebahagian rumah tangga, apalagi dalam pernikahan secara sapta darma di ikrarkan kedua mempelai untuk tidak ada kata perceraian, sebelum menikahpun diharuskan sujud tekun dahulu minimal 12 hari. Pengalaman penulis dalam teteki 12 hari sebelum nikah banyak pelajaran rohani maupun jasmani yang didapat untuk menjalani dan memelihara kehidupan berumah tangga kedepannya.

Bagi remaja yang belum menikah, konsep penghematan biji manusia ini perlu diperhatikan dengan sangat. karena dengan majunya teknologi dan pengaruh lingkungan modern saat ini banyak menyajikan hal-hal yang membuat manusia tidak bisa hemat untuk menjaga biji manusianya, Jadi BerHATI-HATILAH. Rayuan gombal laki-laki banyak beredar, ikan asin wanita juga banyak yang gurih dan itu membuat IMRON tidak bisa menjaga biji manusia sehingga memacu untuk dihambur-hamburkan. Tetapi bagi remaja yang sudah terlanjur (ya ga papa resiko ditanggung penumpang), mungkin dengan tulisan ini bisa mengingatkan supaya bisa menghemat biji manusia.

Menghemat biji manusia itu caranya mudah, Bagaimana caranya, seperti wejangan bopo Sri Gutomo: “Tingkah laku hidup manusia dikemudikan oleh getaran2 yang ada dikepala”. keinginan adalah awal dari segalanya, keinginan itu adalah getaran dari hawa yang ada di kepala. ketika ada keinginan MESUM, berarti banyaknya getaran yang berasal dari hewan yang memenuhi kepala. Maka dari itu pesan Bopo Sri Gutomo; “galilah,
telitilah selalu getaran2 yang menguasai dirimu, agar segala tingkah lakumu selalu didorong oleh getaran2 yang sempurna”.

Dalam ilmu tertentu meyakini bahwa sering mengeluarkan biji manusia/sperma itu menyehatkan dan ada juga yang menganggap itu kotoran. kalau menurut Ajaran Sapta Darma dalam buku dasawarsa: “Sujud yang sempurna dalam Sapta Darma bergandengan erat dengan biji dan asal mula manusia.Sujud Sapta Darma berarti pula sujud tentang asal mula manusia. Apakah asal mula manusia itu ? Ialah dari getaran tumbuh-tumbuhan dan getaran dari binatang yang kita makan, dan akhirnya berwujud air putih (air suci); dengan sinar cahaya (tri-tunggal).
Maka mulai sekarang kurangilah makan dan tidur. Tapi kata2 ini,
jangan diterima wantah begitu saja Saudara (jangan diterima letterlijk).
Disini dapat saya umpamakan. Bila orang habis mencangkul sawah, ia akan mengalami rasa capai. Akan tetapi capai dalam mencangkul tanah akan memberi kesehatan badan kita, karena kita mendapatkan sinar matahari dan sari2 getaran tanah.Sebaliknya bila Bapak2 bersetubuh, walaupun hanya sebentar, badan kita akan capai dan lemas, lembek.
Karena apa ? Biji manusia dikuras dari badan. Sedang itu sebetulnya membikin kesehatan. Maka hematlah dengan penebaran biji manusia”.

SALAM WARAS

Baca selengkapnya…

Kategori:Serba-serbi
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.