Beranda > jamu dan pengobatan > PENGOBATAN PECANDU NARKOBA SECARA KSD

PENGOBATAN PECANDU NARKOBA SECARA KSD

PENGOBATAN NAPZAOleh: Remaja KSD Sragen

Mengingat semakin banyaknya pemakai dan pecandu narkoba di Negeri Indonesia tercinta ini, perkembangannya sangat pesat seperti Amerika di era 1980an. Narkoba dan seks bebas sudah masuk dalam dunia pelajar SD-SMP-SMU, pembuktian kasus yang kecil saja: coba saudara cek kebenarannya, Tanya kepada anak-anak SMP tentang pil kirik pastinya tren untuk sekarang ini, PIL KIRIK banyak dikosumsi ABG dikarenakan lebih enak, lebih fly, tidak berbau, bisa untuk sejuta umat bisa cewek maupun cowok dan harganyapun lebih murah. Awalnya mengkonsumsi dosis kecil-kecilan selebihnya sampai juga mengkonsumsi narkoba yang mahal harganya seperti sabu, putai, kokain atau yang lainya. Terjerat kedunia ini perjalananya sangat halus sekali sampai tidak tersadarkan diri bahwa menjadi seorang pecandu. Istilah jawanya “kumpul-kumpul dadi kempul”.

Kalau sudah FIX menjadi pecandu maka seorang pencandu narkoba tidak mudah untuk mampu menyembuhkan diri sendiri, hal itu dikarenakan dalam tubuhnya membutuhkan zat adiktif yang telah terbiasa dikosumsinya. Seperti halnya seperti perokok, berhentinya apabila sudah blesek/sakit yang memaksa untuk berhenti. Artinya dengan bujuk rayu apapun tidak mudah membujuk seorang pecandu untuk sembuh atau pulih. Saat ini berbeda dengan jaman dulu, orang mudah menerima saran orang lain, tapi sekarang saran-saran itu mental atau hanya lewat saja, lebih-lebih menyarankan kepada orang yang tidak butuh saran bisa-bisa mengakibatkan percekcokan. Cara-cara pendekatan secara emosionalpun tidak mudah mempan karena si pecandu terbelenggu oleh asyiknya emosional pribadinya sendiri dan seorang pencandu emosionalnya sangat sensitif sekali (mudah marah dan perasa). 

Karakter NAPZA berbeda-beda, dasar teori secara KSD seperti di buku dasa warsa bahwa makanan yang kita makan baik berasal dari hewan maupun tumbuhan membawa getaran kasar yang membuat efef kepada perilaku kita kalau tidak disempurnakan lebih dahulu. Salah satu contohnya GANJA, apabila menghirup asap dari bakaran daun ganja tersebut membuat seseorang akan terjadi euphoria (rasa gembira) yang berlebihan, meredakan rasa sakit tapi pangrasa/perasaan/emosional melonjak dengan membawa perilaku dasarnya masing-masing. Bagi para musisi atau seniman imajinani halusinasi berfikir melonjak tajam dalam bermusik maupun berkarya. Seperti sosok BOB Marley dengan ciri khas music rege, rambut gimbal dan bersimbolkan Rastafarian atau daun ganja, karya musiknya enak didengar dan santai. Bagi warga KSD mengkonsumsi ganja membuat getaran sedulur hendra, jati ngarang, menjadi kuat hingga akhirnya memperbesar alam bawah sadarnya. Kenapa Tidak, karena penganut rastafarianisme seperti Bob Marley menggunakan ganja untuk mencapai spritualitas tinggi, efek anti depresannya yang tinggi dengan pola teratur, roh akan dapat keluar dengan mudah (LELANA), biarpun dapat lelana tetapi kembalinya membawa efek getaran kasar yang lebih kuat daripada sebelum lelana karena yang keluar adalah sedulur yang berasal dari bumi yang belum disempurnakan.

Ulasan kecil NAPZA ganja saja membuat efek yang begitu ngeri begitu pula NAPZA-NAPZA yang lain efeknya lebih jauh berbeda-beda variannya, intinya apabila mengkonsumsi NAPZA akan memperkuat getaran sedulur berasal dari bumi yang ada di pribadi manusia. Pengobatan yang dilakuan secara sapta darma adalah bagaimana pribadi sipencandu, teman dekat atau keluarganya dapat terbukakan pintu sadarnya untuk sembuh dan menyembuhkan.  Karena bagi pencandu sendiri tidak akan mampu kalau menyembuhkan diri sendiri harus perlu bantuan orang lain.   Uraian diatas ada pembahasan bahwa pecandu tidak mudah menerima saran orang lain, maka apabila ada salah satu keluarga kita ada pecandu perlunya diadakan peruwatan supaya getaran yang menyelimuti getaran kesadarannya dapat terbuka dan bisa disadarkan oleh alam sehingga bisa dibawa untuk ikut rehabilitasi secara sapta darma.

Dari pengalaman yang sudah kami lakukan, Rehabilitasi pecandu narkoba secara sapta darma caranya berbeda dengan tempat rehabilitasi yang sudah ada. Rehabilitasi pecandu narkoba secara sapta darma programnya selama 1 bulan dengan tiga langkah yang akan diterangkan di alenia bawah.  Kalau rehabilitasi narkoba selain sapta darma minimal 7 bulan ikut programnya caranya ada yang secara ISOLATOR (dipaksa sembuh seperti di rendam di air, dikurung,dll) atau Detoksifikasi (dengan cara yang halus) yaitu dosis adiksinya dikurangi sedikit-sedikit sampai hilang dan diberi kegiatan yang positif.

Langsung saja, berikut ini tips dan langkah pengobatannya

  1. Langkah Pertama

Pengguna/pecandu  harus di yakinkan bahwa gejala-gejala sakau mencapai puncak dalam 2-3 hari dan setelah 10 hari akan hilang. Pencandu mandinya dengan air hangat, beri minum air putih banyak yang sudah di sinari. Beri makan-makanan yang bergizi dan jangan lupa habis makan minum zuzu.

 

 

  1. Langkah kedua

Detoksifikasi (Wikipedia) adalah lintasan metabolisme yang mengurangi kadar racun di dalam tubuh, dengan penyerapan, distribusi, biotransformasi dan ekskresi molekul toksin.  Kalau kami bukan dokter dari sekolah akademik, untuk detoksifikasi kami menggunakan jamu-jamunan. Jamunya adalah: 1. air KELAPA MUDA HIJAU yaitu untuk mencegahkan supaya tidak sakau diminum 3 kali sehari perminum satu butir buah selama 1 minggu. Mengapa kelapa muda karena sejak jaman dahulu kelapa muda hijau terkenal sejak dulu sebagai penawar racun, klu ingin mengetahui kandungan dan kasiatnya lebih detail bisa browsing di mbah google. 2. BIJI PALA dan PUTRI MALU supaya pikiran lebih tenang dan mudah tidur dengan dosis biji pala satu butir dan putri malu satu genggam  untuk dua kali minum sehari 2 kali minum.

 

Sedangkan pengobatan dengan nur roso 2 kali sehari selama 1 minggu, MAYANG KORO si pencandu yang di garap, dengan cara jari tengah di arahkan tepat pada puser. Sifat gerak rasanya menyinari (tidak menyedot), menyedot boleh tetapi hanya sebatas mengetahui kondisi si pencandu dan untuk putaran gerak rasanya berlawanan arah jarum jam.

  1. Langkah ketiga

Dari pengalaman kami, setelah 24 jam dilakukan hal seperti yang diatas, pecandu kemudian baru di sujudkan, dan dibimbing untuk teteki kurang lebih selama 3 minggu penuh, seharinya min sujud wajib 6 kali.

Setelah teteki 3 minggu dan menjalani proses detoksifikasi dengan tuntas ( tes urin sudah negative), mungkin tubuh secara fisik memang sudah tidak ketagihan lagi, namun secara psikis ada rasa rindu dan kangen terhadap zat tersebut masih terus membuntuti alam pikiran dan perasaan sang pecandu. Dengan demikian sangat rentan dan sangat besar kemungkinan kembali mencandu dan terjerumus lagi.

Maka dari itu Indikasi sudah berhasil dalam teteki bukan lamanya teteki selama satu bulan tetapi bekas pecandu tersebut sudah kedudungan PUDAK SINUMPET/ bun-bunan jebol artinya dalam keadaan apapun apabila akan terjerumus lagi pasti akan diingatkan oleh hidupnya.

Kemudian, minggu ke empat setelah perlu juga dilakukan proteksi lingkungan dan pergaulan yang bebas dari lingkungan pecandu, tetapi setiap harinya disarankan tetap menjalankan sujud dan masih dalam pantauan. Kemudian setelah 4 minggu bekas pecandu sudah bisa memulai kehidupan dengan normal dan kalis nir ing sambikala.

KESIMPULAN

Harapan penulis Warga Sapta Darma nantinya mempunyai tempat rehabilitasi bagi pecandu narkoba yang mempunyai legalisasi pemerintah. Karena dengan punya tempat rebabilitasi artinya perkembangan ajaran dibidang social akan semakin tampak di kalangan umum sehingga dapat menjadi pelopor program rehabilitasi yang progresive revolusioner (cepat sembuh). Untuk awalnya karena kami terbatas secara finansial, untuk sementara, sanggarlah sebagai tempat rehabilitasi pecandu narkoba.

Pangusadan tidak lepas dari peruwatan dan perkembangan ajaran. Anak-anak Sri Gutomo dan Sri Pawenang ditugaskan YMK untuk menyebarkan ajaran. Mengapa Sapta darma, kenapa bukan ajaran lain yang lebih waskita, karena sapta darma mengolah sapta rengga kemudian bisa didarmakan. Bukan hanya  memahami puncak tertingginya sebatas bisa diam/kosong menerima apa adanya dengan bahagia di putaran hidup susah atau senang. Dan tetapi di Sapta Darma, sapta rengga harus bisa didarmakan. Kemudian setelah dapat didarmakan maka darma tersebut akan kembali kesapta rengga sehingga berkembangan sapta darma selalu kearah kemajuan bukan kemunduran.

Untuk selebihnya apabila ada pertanyaan atau pemahaman seputar pengobatan pecandu NAPZA dapat menghubungi dan didiskusikan dengan admin Remaja KSD Sragen. sekian

Salam waras

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: