Beranda > jamu dan pengobatan > PERUWATAN MAKAM PAHLAWAN KUSUMA BHAKTI SURAKARTA

PERUWATAN MAKAM PAHLAWAN KUSUMA BHAKTI SURAKARTA

523572_512668945456131_764483331_nTanggal 21 Maret 2013, pukul 21.00-24.00 WIB Remaja/warga KSD Wonogiri ( Ken Aru beserta istrinya, timur wong, mas yono, pak sugi) dan Sragen( jarwanto, sukoco, mbah sumardi, sukamsi, widayat) melaksanakan kewajiban (PERUWATAN) di MAKAM PAHLAWAN KUSUMA BHAKTI SURAKARTA (Depan Taman Satwa Jurug Solo).

Sosok pemuda yang gagah berani “Brigadir Jenderal TNI Anumerta Ignatius Slamet Rijadi” wafat di usia 23 tahun merupakan pencetus pasukan khusus TNI yang dikemudian hari dikenal dengan nama Kopassus, dimana makam beliau ada di tengah makam para pahlawan. Di usianya yang sangat muda, pihak lawan yaitu belanda menjadi kagum dengan kepemimpinannya karena Salmet Rijadi ternyata adalah seorang bocah yang dapat mengkomando hingga belanda tak berdaya. Sejarah atau biografi beliau dapat di lihat di link berikut ini: http://id.wikipedia.org/wiki/Slamet_Rijadi . Sekarang ini apabila anda ke solo dan lewat jalan Slamet Riyadi maka anda akan melihat Patung Pahlawan Slamet Riyadi ditengah-tengah jalan depan gapuro alun-alun utara. 

FENOMENA PERUWATAN

“Takhayul dahulu (Orla-Orba) dengan Takhayul sekarang (Reformasi) lebih besar Takhayul sekarang karena biarpun orang dulu masih kebanyakan berpendidikan rendah tetapi dalam lelaku rohani masih di utamakan. Berbeda dengan sekarang ini, orang terbelenggu dengan tuntutan kejasmanian yang serba canggih menjadikan orang melupakan atau tidak ingin mengetahui rohaninya. Maka dari itu, PERUWATAN sekarang ini lebih penting dan “LEBIH PERLU DIGALAKAN” seperti contoh dapat melakukan PERUWATAN MASSAL (banyak orang) melebihi jumlah peruwatan di masa Bopo Panuntun Agung Sri Gutomo karena permasalahan TAKHAYUL SEKARANG LEBIH KOMPLEKS atau RUMIT daripada waktu dulu”.

Deru desir hati yang terasa pada saat kami setiba disana menandakan bahwa jiwa-jiwa pahlawan masih berkobar untuk memperjuangkan Bangsa Indonesia menuju kedepan pintu gerbang kemerdekan yang nyata. Aura-hawa-getaran yang panas membara seperti lautan api terdapat semangat juang yang luar biasa, putaran dari getaran otak kekanan halus dapat mengetahui rekaman-rekaman sejarah masa perjuangan para pahlawan. JasaNya sangat besar, melihat kronologi sejarah tersebut seperti ada tangisan di hati kecil karena darah juang generasi muda sekarang tidak seperti yang diharapkan para pahlawan perintis negri ini.

Dari hal ini, kami teringat akan wejangan dari Bopo Panuntun Agung Sri Gutomo yang dititipkan Mbah Subali: “NEGARA INDONESIA ISO DADI OBORING JAGAD NEK PANCASILA ALLAH BERSATU KARO PANCASILA NEGARA” (Negara Indonesia bisa jadi pelopor dunia, apabila Pancasia Allah bersatu dengan Pancasila Negara). Artinya secara mudahnya, Warga KSD dapat menjadi pemegang memerintahan di Negara Indonesia. Capaian hal tersebut dalam kerohkanian apabila mencapai Setya Tuhu marang ananing Pancasila Allah (ASMA LIMA), artinya pengolahan rohani pribadi sudah bersatu dengan pengolahan rohani alam yang menjadikan roh-roh penasaran tidak membelenggu kehidupan di lingkungan sekitar sehingga tidak mengakibatkan berkembangnya perilaku-perilaku angkara murka. SEKIAN, WARAS

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: