Beranda > jamu dan pengobatan > ENING (SAMADI)

ENING (SAMADI)

549325_496115777111448_610161693_nYang dimaksud ening /samadi ialah : menentramkan pikiran (pangrasa) yang beraneka warna angan–angan dan sebagainya. Dengan demikian mesti badan bergerak asal hal di atas telah dilakukan maka dapat dikatakan seseorang telah ening.

Sebaliknya meskipun tubuh kelihatan tenang tetapi pikiran angan–angan dan sebagainya masih kesana kemari, maka belum dapat dikatakan orang itu telah ening.

Ening samadi pada Kerokhanian Sapta Darma tak diperkenankan di
pakai atau digunakan untuk bermain–main, sebab dalam hal ini
dilakukan dengan menyebut/meluhurkan Asma Allah.

Diperkenankan ening bila melakukan pekerjaan/tugas yang luhur seperti misalnya:

1. Menerima perintah–perintah dari Hyang Maha Kuasa yang berupa isyarat/tanda–tanda, gegambaran–gegambaran, tulisan–tulisan, petunjuk–petunjuk (sastrajendra hayuningrat).

2. Memeriksa arwah orang tua/nenek moyang yang telah meninggal, bagaiman keadaannya sudahkahditerima di hadirat/sisi Hyang Maha Kuasa (di kasuwargan) atau belum. Bila masi di dalam pasiksan maka kitaa lakukan sujud, untuk mohon ampun dan bertobatnya arwah
tersebut akan segala dosa–dosa yang telah dilakukan semasa hidupnya di dunia. Sehingga dengan demikian dapat diterima/diangkat dari alam pasiksan, dan ditempatkan di tempat yang lebih baik.

3. Melihat tempat–tempat yang wingit (keramat = angker) dimana penghuni tempat itu banyak mengganggu manusia. Penghuni yang demikian dapat disingkirkan atau tempat tersebut ditawarkan/hambarkan.
Dengan ening penghuni dapat diketahui ujudnya, bagaimana roh penasaran atau setan –setan yang ada disitu: setelah diketahui maka
lalu roh tersebut dimohon ampun pada Hyang Maha Kuasa agar dapat ditempatkan di tempat yang semestinya, serta upaya tidak lagi
melakukan gangguan pada manusia.

4. Ening dapat dipakai guna mendahului segala tindakan atau tutur kata dengan maksud melatih kesabaran dan sifat yang berhati–hati guna menuju kebijaksanaan. Dengan demikian sikap, langkah, tindakan serta tutur katanya menjadi selalu benar.
Dalam hal ening dapat dilakukan dengan mata terbuka atau terpejam.

5. Guna melihat saudara/keluarga yang jauh yaitu bilamana ada keperluan yang penting sekali dan ada perasaan yang mendorong untuk itu.

(PETIKAN DARI BUKU WEWARAH)

SALAM WARAS

  1. 8 Agustus 2013 pukul 19:45

    Its such as you read my thoughts! You appear to
    grasp so much about this, like you wrote the guide in it or something.
    I believe that you could do with some % to power the message house a little bit, but instead of that, that is fantastic blog.
    A great read. I’ll certainly be back.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: