Beranda > jamu dan pengobatan > SEKILAS TENTANG LANGKAH KONGKRIT REMAJA KSD JAKARTA

SEKILAS TENTANG LANGKAH KONGKRIT REMAJA KSD JAKARTA

Catatan perjalanan remaja KSD Sragen ke Jakarta (tgl 15-19 Mei 2012)

Wejangan Panuntun Agung Sri Gutomo, “Satriya utama di tebihno saking sak kabehing angkara murka”. Perlu di garis bawahi disini bahwa para warga yang selalu mengolah, menggali dan mencita-citakan kesampurnaan sejati (lahir, makarti, mati sempurna)  dalam jalan hidupnya akan terhindar dari semua yang bersifat angkara murka. Akan tetapi apabila warga KSD dalam perjalanan hidupnya tidak selaras dalam kewajiban yang berlaku dapat dikatakan “ewuh ing pambudi”, yaitu merupakan sebuah 2(dua) pilihan yaitu terbebas atau terjajah oleh angkara murka dalam diri pribadi yang berakibat kebingungan/kebodohan untuk melangkah kearah kesempurnaan sejati.

Dari dulu hingga sekarang sesepuh-sepepuh kita berkata, “mencari kesempurnaan sejati memang tidak mudah”, ilmu olah pikir dalam tata lahir sangat berbeda jauh dengan olah kesempurnaan sejati. Dicontohkan didunia pewayangan bahwa kresna/noroyono dalam olah pikir dalam tata lahir tidak diragukan lagi kemampuannya. Tetapi untuk mencapai mati yg sempurna, Kresna perlu belajar banyak dari saudaranya Werkudara. Di dalam studi pembelajaran, kresna perlu belajar sumeleh/iklas, mbangun candi sapta rengga, memisahkan rasa-pangrasa, menyempurnakan roh leluhur dan juga penggruwatan roh-2 penasaran maupun perewangan-perewangan yang berasal dari cintraka/buah nafsu hidup manusia yang matinya kurang sempurna.  

Tidak berbeda, tujuan dari perjalanan Remaja KSD yang sebenarnya adalah selalu ingin mencapai kebahagiaan hidup didunia maupun  di akherat, mencapai kesempurnaan sejati (manghayu-hayu bagya buana). Tak lepas dari hal tersebut, mengingat perbincangan dengan kordinator remaja KSD jakarta (Mas Eko) yang selalu menegaskan pitutur/petuah dari orang tuanya yaitu “warga sapta darma yang paling penting adalah sujud”. Memang benar begitu, seperti wejangan Panuntun Agung Sri Gutomo bahwa “sujud adalah sebuah langkah atau cara cepat untuk mencapai kesempurnaan sejati” bahasa kerennya adalah progresif revolusioner. Adapun perlu diperhatikan bahwa laku sujud tidak hanya berhubungan secara vertikal tetapi juga horistontal.

Waktu di jakarta, kami memperhatikan keadaan/kondisi ibu kota negara Indonesia yaitu jakarta, kami mendapati bahwa jakarta ditutupi/diselimuti oleh kabut putih diketinggian sekitar 100 meter dan selebihnya kabut pekat putih/hitam (keadaan tersebut dapat dilihat di foto). Kondisi tersebut hampir setiap waktu dari pagi, siang, sore maupun malam kota jakarta ditutupi kabut sampai-sampai sinar matahari asli tidak sampai kepermukaan kota jakarta. Kabut tersebut dihubungkan dengan hawa ada dua yaitu hawa baik dan yang kedua hawa kurang sempurna, apabila dipersenkan kondisi jakarta saat ini hawa baik itu 10% dan hawa kurang sempurna 90%. Kebutuhan yang tidak seimbang, karena perbandingannya hawa baik dengan hawa kurang sempurna berbeda jauh. Menyimak hal tersebut kedua hawa tersebut selalu berproduksi untuk meningkatkan kadar dapat surut maupun naik. Dalam kondisi tersebut apabila hawa baik tidak ditambah, seharusnya kita sudah dapat membayangkan akibatnya seperti apa?

Beberapa pertanyaan, mengapa kita remaja KSD perlu memperhatikan hal tersebut, bukankah kita hanya perlu sujud dengan benar saja? Memang benar, tapi bagaimana sujud yang benar itu? Apakah kondisi alam yang begitu dapat membuat kita sujud seperti yang diharapkan? Dan langkah konkrit seperti apa yang perlu dilakukan remaja KSD khususnya yang ada di jakarta?

Belajar dari sejarah KSD di Jakarta.

Pada waktu penyebaran ajaran Agama Sapta Darma(dulu masih agama bukan kerokhanian), Bopo Sri Gutomo aktif/sering berkunjung ke Jakarta karena Jakarta adalah ibu kota/pusat negara Indonesia. Biasanya dalam kunjungan ke Jakarta Bopo Sri Gutama melakukan ceramah-ceramah, pangusadan dan juga pengruwatan di beberapa titik di Jakarta(salah satu pengruwatan di radio dalam). Perkembangan warga pada saat itu sunguh pesat hampir 50% warga jakarta yaitu 15 juta jiwa adalah warga Sapta Darma (menurut pendataan waktu itu). Dengan karisma, ketulusan untuk mengembangkan ajaran Bopo Sri Gutomo dan Ibu Sri Pawenang, banyak para warga baru yang dapat melakukan penyembuhan di jalan Tuhan dan juga sifat/wataknya berubah menjadi lebih baik.

Kondisi tersebut sayangnya tidak berlangsung lama, setelah kejadian G 30S/PKI di tahun 1965 kondisinya berbalik 180%, warga Sapta Darma kocar-kacir, lari dari apa yang mereka yakini dan  jumlah warga Sapta Darma turun draktis. Pada saat itu keteguhan hati para warga sapta darma di uji benar, karena apabila waktu digeledah ditemukan buku wewarah maupun di rumahnya terpasang gambar simbol pribadi (padahal itu tidak ada kaitannya soal PKI). Banyak warga Sapta Darma yang jadi korban seperti ada yang ditahan, ada yang dilakukan tak wajar dan juga karena keteguhannya kepada ajaran, ada yang berani membantah dengan petugas bahwa buku wewarah dan gambar simbol pribadi tidak ada kaitannya dengan PKI maka petugaspun membebaskannya.

Di cerita2 sesepuh yang berani tersebut, setelah kejadian itu tidak menyangka kalau berani membantah petugas seperti itu, karena pada saat itu petugas membawa senjata api lengkap berlaras panjang maupun pendek dan juga petugasnya tidak hanya satu dua orang melainkan banyak sekali.

Setelah kejadian tersebut Ibu Sri Pawenang sangat prihatin, terbukti ada warga jakarta (Mbah Aris, warga sepuh jakarta) yang datang menemuhi/sowan ke Ibu Sri Pawenang di Sanggar Agung Candi Sapta Rengga untuk melaporkan kejadian 65 tersebut. Karena pasien antrinya banyak sekali maka dari itu Mbah Aris hanya duduk dipinggir jauh dari pintu tetapi Ibu Sri Pawenang ternyata tahu kedatangannya dan langsung menghampiri dan memangil namanya padahal belum pernah ketemu maupun kenal sama sekali, kemudian Ibu Sri Pawenang menemuhinya dan mempersilahkan masuk padahal banyak pasien yang antri duluan. Selanjutnya Ibu Sri Pawenang dan Mbah Aris, ngobrol selama kurang lebih 2 jam  di ruang kerja. Dalam pembicaranya tersebut Ibu Sri Pawenang menugaskan seseorang salah satunya untuk menyatukan warga serta datang ke sanggar-sanggar di daerah Jakarta yang jumlahnya tidak terhitung karena disetiap desa hampir ada tempat untuk sujudtan.

Setelah itu, walaupun warga KSD di Jakarta jumlahnya tidak sebanyak sebelum tahun 1965 tetapi sedikit2 sudah terbenahi dan masih berkegiatan seperti sanggaran maupun kegiatan2 yang lainnya. Dan setelah kepergian Ibu, warga jakarta semakin lama semakin menurun baik secara kuantitas maupun kualitas. Dan sekarang ini para warga sepuh merasa tergugah (tut wuri handayani) karena di tahun 2012 terbentuknya kepengurusan kordinator remaja KSD Jakarta yang 10 tahun terakhir mengalami ke-vakum-an dan salah satu progamnya telah terlaksana yaitu sanggaran remaja KSD se-JABOTABEK 1 bulan sekali, tempat berkeliling di sanggar-sanggar se-JABOTABEK.

Langkah kongkrit Remaja KSD Jakarta

Kondisi alam Jakarta yang diselimuti oleh kabut pekat, apakah itu berpengaruh buruk para warga dalam menggali/mengolah rasa? jawabnya sangat berpengaruh sekali, karena jagad alit selalu berhubungan dengan jagad agung dan sebaliknya. Tidak hanya perilaku/pakarti keseharian kita tetapi lingkungan yang kotor yaitu apa yang kita makan, minum maupun udara yang kita hirup tidak sehat maka akan berpengaruh bagi kesehatan jasmani maupun rohani. Kesehatan jasmani selalu berhubungan dengan kesehatan rohani, karena jasmani dan rohani itu satu, apabila dipisah maka seseorang dikatakan mati.

Datang pertama ke-Jakarta, kami ber-tempat tinggal di Pupar, Pulo Gadung, Jakarta Timur, yang kesehariannya selalu disuguhi dengan kabut pekat yang berasal dari debu, asap pabrik, asap kendaraan sampai2 di jalan banyak yang memakai masker. Tidak hanya itu, sungai hitam, banyak limbah plastik dan berbau menyengat membuat nafas menjadi sesak dan cekak, belum lagi jajanan-makanan warung yang tidak menghiraukan kesehatan manusia. Langkah untuk badan menjadi enteng/segar kembali adalah sujud tetapi sujud di jakarta dan di kampung sangat berbeda. Bedanya di kampung sujud sebentar saja bisa enteng tetapi di jakarta sujud lama baru bisa enteng. Di dalam batin, merasa kagum dengan warga KSD Jakarta karena dengan kondisi alam Jakarta yang seperti ini masih ada warga yang rutin sujudnya dan kebanggaan lagi remaja-remaja KSD jakarta sangat bersemangat sekali. Terbukti remaja KSD sragen ketemu remaja KSD Jakarta langsung melaksanakan teteki 8-10 Mei  2012 di bengkel saudara Kurin. Di sela2 tetekian, kami berbagi mengalaman dalam ajaran dan selalu asah-asih-asuh yang akhirnya mendapatkan kesatuan visi-misi untuk perkembangan ajaran.

Langkah kongkrit remaja KSD jakarta salah satunya berpijak pada pitutur “warga sapta darma yang paling penting adalah sujud”, suatu kesepakatan yang perlu di tiru untuk remaja didaerah lainnya yaitu sebelum diadakan kegiatan apapun diawali dengga sujud dulu dan sebelum sanggaran remaja ksd se JABOTABEK diadakan dulu teteki/sujud tekun selama 3 malam, 3 x sujud setiap malamnya. Dalam konteks ini, teteki/sujud tekun bertujuan: Untuk meningkatkan kualitas jasmani maupun rohani; Menyamakan frekuensi antar pengurus khusunya dan antar warga atau remaja sekitarnya pada umunya sehingga terjalin kesatuan-persatuan dan persaudaraan yang kuat untuk perkembangan ajaran; dan juga disela-sela dapat berdiskusi (asah-asih-asuh) mengenai ajaran dan penyebab kegelapan dunia/pepetenge jagad supaya mendapatkan solusi-langkah yang berguna untuk kehidupan orang banyak (madangke jagad) sesuai dengan visi ajaran.

SALAM WARAS

By Antonius Sukoco

  1. 23 Juni 2012 pukul 12:23

    Salam buat warga sragen ton mudah2 warga remaja dari jakarta bisa ke sragen

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: