Beranda > Serba-serbi > Pembuatan Keris

Pembuatan Keris

Proses pembuatan keris sangatlah rumit, seorang empu jaman dahulu bertapa dulu untuk mendapatkan bahan yang bagus untuk membuat keris tetapi untuk empu sekarang cukup mencari tiga bahan logam besi, nikel, dan baja yang mutunya juga bagus.

Besi yang digunakan adalah jenis besi putih, kandungan atau kadar karbonnya rendah, ini pun harus dibersihkan dari bahan-bahan yang lain. Cara membersihkan disebut membesut. Sebilah keris memerlukan besi seberat 15 kg setelah dibesut tinggal 8 kg.

Nikel, logam ini untuk bahan pamor. Warnanya putih kebiru-biruan. Sifatnya keras dan mudah kusam. Nikel dijual dalam bentuk batangan, lempengan dan kawat. Untuk sebilah keris memerlukan nikel kurang lebih 1 ons.

Baja diperlukan sebagai penguat bilah keris. Selain itu juga untuk membuat bagian bilah yang tajam. Baja yang baik untuk keris adalah baja yang bersifat ulet. Sebuah keris memmerlukan baja 1 kg.
Setelah semua bahan dan alat disiapkan, proses pembuatan keris dapat dimulai. Tahap pengerjaan awal adalah dengan membesut, caranya membakar besi sampai membara. Penempaan dilakukan pada waktu masih membara. Pembakaran dan penempaan berulang ulang sehingga besi menjadi bersih dari bahan lainnya. Setelah selesai dibesut, dipotong menjadi dua bagian sama panjang. Nikel ditempa tipis kira-kira setebal 1 mm, selanjutnya nikel diletakkan di tengah potongan besi besutan, kemudian diikat dengan kawat. Bendelan bahan ini dibakar lagi dan ditempa hingga lengket menjadi satu. Hasilnya berupa lapisan pamor yang pertama, kemudian diulang hingga 32 lapisan pamor, selanjutnya lapisan pamor dipotong menjadi 2 bagian. Tahap berikutnya menempa baja seberat 1 kg sehingga menjadi pipih setebal 5mm
ditaruh ditengah antara dua potongan pamor dibuat kedokan, bakalan keris ini belum jelas dapur/bentuk yang dikehendaki keris lurus atau berkelok. Tahap berikutnya menghaluskan keris dari bekas tempa dan kikiran. Selanjutnya pekerjaan terakhir adalah menyepuh dengan cara membakar besi terakhir sampai membara, lalu dimasukkan ke dalam bak air dingin, perendaman kira-kira 24 jam. Bilah keris yang baru dibuat perlu diwarangi/dijamasi kemudian dibuatkan warangkanya agar keris tidak mudah karat/rusak.

Kategori:Serba-serbi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: