Beranda > jamu dan pengobatan > Diagnosa Penyakit (Cina)

Diagnosa Penyakit (Cina)

Kadang-kadang kita merasa penasaran, ketika merasa tidak enak badan. Barangkali dugaan awal adalah ini mungkin masuk angin atau gejala influenza. Namun ketika sudah coba kita beri obat pertolongan pertama dan kemudian belum jugasembuh, maka biasanya akan mulai timbul kecemasan atau kepanikan sampai kemudian kita pergi ke dokter untuk menjalani proses diagnosis lebih lanjut. Adakala setelah pergi ke dokter, penyakit kemudian sembuh, tapi ada juga kemungkinan sakit tetap berlanjut barangkali terjadi salah diagnosis, sehingga obat yang diberikan tidak cocok. Dalam ilmu akupuntur dari China, sebagaimana dijelaskan oleh Joko Sumpeno (2003) dikenal 2 metode diagnosis yakni terdiri dari pemeriksaan Siao Cen dan penggolongan penyakit (Pa Kang).

Pemeriksaan Siao Cien adalah pemeriksaan terhadap pasien dengan:

•  Inspeksi (Hang)

•  Pertanyaan (Wen)

•  Perabaan (Che)

Sedangkan penggolongan penyakit terdiri atas:

•  Yin dan Yang

•  Piao (Luar) dan Li (Dalam)

•  Keadaan energi vital sehubungan dengan serangan penyakit: Sien (kekurangan) dan she (kelebihan)

A. Pemeriksaan Pengamatan

1. Mental Spiritual

Kondisi mental spiritual pasien perlu diamati. Pasien harus dikondisikan agar relaks dan memiliki semangat untuk sembuh, sebelum mulai diterapi. Semangat pasien bisa dilihat dari cahaya mata, roman muka, gerak-gerik, pernafasan, suara. Perbedaan akan terlihat berdasarkan sumber penyakit yang diderita apakah berasal dari organ Cang (Paru-Paru, Limpa, Jantung, Ginjal dan Hati) atau organ Fu (Usus Besar, Lambung, Usus Halus, Kandung Kemih dan Kandung Empedu). Dengan asumsi pasien berangkutan adalah dalam kondisi sakit, maka bisa dibedakan kondisi-kondisi sebagai berikut:

Keterangan

Mental

Lesu

Ceria

Mata

Lesu, redup, sayu

Bersinar

Bola mata

Lesu

Lincah

Roman muka

Muram, kering, pucat

Bercahaya, basah

Gerak-gerik

Lamban, malas

Lincah

Suara Bicara

Kencang, kacau, lemah

Pernafasan

Tak Wajar

Wajar Teratur

2. Warna Muka

Berdasarkan hukum 5 unsur, warna dibagi menjadi 5 yakni:

  • Hijau – Kayu – Hati

  • Merah – Api – Jantung

  • Kuning – Tanagh – Limpa

  • Putih – Logam – Paru-paru

  • Hitam – Air – Ginjal

Misal pasien jantung akan beroman muka kemerah-merahan, sedangkan pasien TBC akan beroman muka keputih-putihan.

 

Warna normal untuk orang sehat (asia) adalah semu merah bercampur kekuningan, wajah bercahaya segar, kulit muka kebasahan, cukuop mngandung lemak, bibir tampak lembab.

 

Warna primer adalah warna dasar setiap ras manusia, seperti kuning untuk chinese, sawomatang untuk asteng, hitam untuk negro, papua dan aborigin, putih untuk eropa, merah untuk indian.

 

Warna sekunder adalah warna yang timbul karena pengaruh musim. Pergantian musim sepanjang tahun mempengaruhi warna kulit muka.

  • Musim semi – kehijauan

  • Musim panas – kemerahan

  • Musim panas panjang – kekuningan

  • Musim rontok – keputihan

  • Musim dingin – kehitaman

 

Warna abnormal adalah warna karena reaksi tubuh sehubungan adanya serangan penyakit. Warna abnormal A adalah warna yang masih mengandung sinar kesegaran dan masih mengikuti hukum persesuaian warna 5 unsur. Misal pasien gangguan hati akan bermuka kehijauan. Warna ini menunjukkan penyakit masih dalam tahapan wajar dan mudah disembuhkan.

 

Warna abnormal B adalah warna yang tidak lagi memiliki sinar kesegaran, gelap, kering dan tidak mengikuti lagi hukum persesuaian warna 5 unsur karena sudah tertutup warna unsur penindas. Misal pasien gangguan hati yang berwarna keputihan, gelap dan kering.

 

  • Hati – Hijau – Putih

  • Jantung – Merah – Hitam

  • Paru – Putih – Kemerahan

  • Limpa – Kuning – Kehijauan

  • Ginjal – Hitam – Kekuningan

3. Bentuk Tubuh

Bentuk tubuh adalah bentuk tubuh seorang pasien. Gerak-gerik adalah tingkahlaku seorang pasien termasuk otot yang bergerak diluar kemauan (otot muka, getar tangan)

Bentuk tubuh pasien akan mengikuti hukum 5 unsur:

  • Paru-paru – kulit, bulu kulit, hidung

  • Limpa – otot, mulut

  • Jantung – lidah, pembuluh darah

  • Hati-mata,tendon

  • Ginjal – telinga, tulang, rambut

 

4. Gerak-gerik

  • Sakit dada: punggung bungkuk, kedua bahu turun

  • Sakit ayan/step: anggota gerak dan tubuh bergetar

  • Sakit tulang/sendi/rematik: Anggota gerak tak dapat ditekuk dan jalan susah.

  • Sakit saraf: otot mata/mulut bergerak (yin – sien)

  • Sakit panas: gelisah, saat tidur suka terlentang (yang –she)

  • Sakit dingin: tenang, tak suka gerak, suka telungkup (yin – sien)

  • Sakit perut: berbaring suka melingkar udang (yang sie)

  • Sakit anemia: saat bangkit kursi kepala pusing berputar

 

5. Pemeriksaaan Lidah

Pemeriksaaan lidah dilaukan pada otot lidah, pergerakan lidah, dan selaput lidah. Teori phenomen organ menyatakan lidah adalah akar jantung, sehingga pergerakan dan otot lidah menunjukkan fungsi jantung. Keadaan lidah dapat menunjukkan kondisi organ cang (P, J,G,H,LP) sesuai daerah lidah yang dikuasai organ bersangkutan.

Ujung lidah: Jantung

Pangkal lidah: ginjal

Tepi lidah: hati

Tengah lidah: limpa/lambung

Tengah & tepi lidah: paru

 

Perubahan otot dan selaput lendir lidah pada daerah bersangkutan menunjukkan keadaan kelainan organ berangkutan. Teori pergerakan 5 unsur yang bertalian dengan warna, hawa udara, dan organ cang/fu menentukan arti kelainan warna dan ketebalan selaput lendir. Warna kuning pada selaput lendir menunjukkan keadaan panas. Ketebalan selaput lendir menunjukkan beratnya penyakit. Warna lidah normal adalah kemerahan (merah jambu).

 

6. Gejala Kehabisan Energi Yin (Kondisi Fatal)

 

  • Lidah licin: lidah tanpa lumut, licin, rata. Biasanya pada pasien dengan krisis energi lambung.

  • Lidah gelap dan kering. Biasanya pasien dengan krisis energi darah.

  • Lidah kasar dan berduri, kering dan pecah bergaris. Biasanya pada pasien kurang cairan.

  • Lidah merah darah. Pasien dengan krisis energi hati.

  • Lidah merah tanah bercampur hitam. Pasien dengan krisis energi ginjal.

 

B. Pemeriksaan Pendengaran Penciuman

 

1. Mendengar suara bicara pasien

  • Bicara keras, lancar dan kasar menunjukkan excess qi (organ fu)

  • Bicara rendah, lemah dan lesu menunjukkan insufisiensi qi (organ cang)

 

2. Pasien sering bersendawa menunjukkan kelemahan lambung.

 

3. Pasien tampak pendiam, enggan bicara menunjukkan sakit dingin (organ cang).

sebaliknya bila penderita suka bicara menunjukkan sakit panas (organ fu).

 

4. Mendengar suara pernafasan pasien

  • Suara nafas memburu menunjukkan excess qi (organ fu)

  • Suara nafas halus menunjukkan insufisensi qi (organ cang)

 

5. Pasien dengan nafas berbunyi “ngik” atau saat nafas dada turun naik, mulut terbuka menunjukkan sakit asma.

 

6. Mendengar suara batuk pasien

  • Batuk dan pilek dengan suara batuk berat dan kasar menunjukkan masuk angin.

  • Batuk tetapi lendir tidak keluar, tenggorokan kering, hidung panas menunjukkan paru-paru panas (excess qi)

 

7. Mencium bau mulut pasien

•  Berbau menunjukkan gigi berlubang, pencernaan kurang baik atau mulut kurang bersih.

•  Bau busuk menunjukkan infeksi pada rongga mulut.

 

8. Mencium baru dari hidung pasien menunjukkan sakit polio

 

9. Bau kentut dan kotoran pasien:

  • Bau busuk menunjukkan sakit panas (organ fu)

  • Bau amis anyir menunjukkan sakit dingin (organ cang)

 

 C. Pemeriksaan Anamnesa (Wawancara)

 

1. Menanyakan hal-hal umum: nama, umur, pekerjaan, alamat, status perkawinan

 

2. Menanyakan kebiasaan hidup seperti menu makan, istirahat, tidur

 

3. Menanyakan riwayat penyakit keluarga:

  • Apa ada anggota keluarga punya keluhan sama? Apa merupakan sakit keturunan?

  • Kapan mulai sakit? Bagaimana gejala awalnya?

  • Sudah berobat kepada siapa? Apa obatnya?

 

4. Menanyakan keadaan penyakit:

  • Panas luar (piao) tampak pada punggung dan punggung tangan.

  • Panas dalam (lije) tampak pada perut dan telapak tangan.

  • Dingin: Agak panas, merasa kedinginan meski tak ada angin.

  • Panas-Dingin: Panas tinggi, merasa kedinginan sampai menggigil,

  • Yin Panas: Siang tampak tenang, malam bermasalah.

  • Yang Panas: Siang bermasalah, malam tampak tenang.

 

5. Keringat

  • Keringat malam menunjukkan insufisiensi yin (yin sie/organ cang)

  • Banyak keringat di siang hari menunjukkan insufisiensi yang (yang sie/organ fu)

  • Muka berkeringat menunjukkan panas pada rongga dada (yang sie)

 

6. Sakit kepala

  • Sakit kepala meredian tay yang (KK) pada daerah belakang kepala, tengkuk dan punggung.

  • Sakit kepala meredian yang min (LB) pada daerah dahi, ujung dalam alis mata.

  • Sakit kepala meredian Tay Yin (P) terasa berat, perut kembung dan banyak keringat.

  • Sakit kepala meredian Sao Yin (G) terasa sampai otak dan gigi.

  • Sakit kepala meredian Cie Yin (H) terasa sampai daerah puncak kepala dengan muntah-muntah.

 

7. Bagian tubuh lainnya

  • Sakit persendian menunjukkan rematik

  • Sakit pinggang dan diare:

    • Bila kencing lancar menunjukkan insufisiensi energi yang ginjal.

    • Bila warna urine merah menunjukkan insufisiensi energi yin ginjal.

  • Sakit pinggang, badan berat, setelah duduk lama tambah sakit menunjukkan rematik pinggang.

8. Buang Air

  • Diare diikuti gejala panas badan, hasum lidah kering dan berlumut, perut keras menunjukkan sakit panas (organ fu)

  • Diare diikuti muka pucat, senang makan-minum hangat, nadi lambat tenggelam menunjukkan sakit dingin (organ cang)

  • Mencret, anus panas, kotoran bau busuk menunjukkan sakit panas (organ fu).

  • Setiap subuh buang air besar selalu cair menunjukkan energi yang ginjal lemah.

  • Berak darah tanpa campur dengan kotoran dan berada bagian luar menunjukkan sakit ambeien.

  • Berak darah bercampur kotoran, perut sakit menunjukkan sakit disentri.

  • Pasien muntah, berak tak henti-henti menunjukkan sakit kolera.

 

9. Kencing

  • Banyak kencing menunjukkan yang sie.

  • Banyak kencing, banyak minum menunjukkan kencing manis.

  • Sedikit kencing, banyak berkeringat menunjukkan sakit panas (organ fu).

  • Banyak kencing, warna urine merah dengan volume sedikit menunjukkan panas lembab yang berpadu di daerah sia ciao (ginjal dan KK).

  • Kencing darah, tak lancar dan sakit menunjukkan adanya batu ginjal.

  • Ngompol (pasien dewasa) menunjukkan sakit dingin dan insufisiensi qi pada ginjal, bisa juga karena kelelahan energi inti ginjal (setelah sakit berat).

 

10. Makan Minum

  • Nafsu makan meningkat menunjukkan pulihnya energi lambung

  • Nafsu makan berkurang menunjukkan lemahnya energi lambung dan limpa.

  • Pasien tenang dan sakit berkurang setelah makan menunjukkan sie.

  • Pasien tampak semakin gelisah dan berat menunjukkan sie atau she tergantung denyut nadi.

  • Pasien sering minum menunjukkan penyakit panas.

  • Pasien tidak sering minum menunjukkan penyakit dingin.

  • Pasien suka minum hangat menunjukkan penyakit kelemahan.

  • Pasien suka minum dingin menunjukkan penyakit kelebihan.

 

11. Rasa Mulut

  • Pahit menunjukkan gangguan empedu.

  • Asam menunjukkan gangguan panas hati.

  • Pedas menunjukkan gangguan paru-paru.

  • Asin menunjukkan gangguan ginjal.

  • Manis menunjukkan gangguan limpa.

  • Tanpa rasa menunjukkan normal.

 

12. Tidur

  • Sulit tidur, gelisah, jantung berdebar menunjukkan banyak berpikir dan defisiensi darah, bila diikuti gejala perut atas terasa sesak penuh, kencing tak lancar, sesak nafas menunjukkan gangguan kelembaban energi lambung.

  • Sulit tidur, gejala lemah menonjol seperti nadi halus dan cepat menunjukkan kelemahan energi yin.

  • Pada pasien lanjut usia, umumnya sulit tidur, menunjukkan kelemahan energi vital.

  • Senang tidur menunjukkan penyakit lemah energi yang dan excess energi yin.

  • Pasien sembuh dari sakit, umumnya senang tidur karena energi anti bodi baru mulai pulih kembali.

 

13. Haid (28hari)

  • Haid terlambat, perut sakit, warna haid merah muda, lidah lembab menunjukkan penyakit sie she (kurang darah).

  • Haid maju, warna darah haid merah tua / violet kehitam-hitaman, mulut kering, nadi cepat , sakit perut menunjukkan panas darah.

  • Tidak haid menunjukkan mengandung atau menopause tiba (usia 40 th keatas).

  • Haid tidak berhenti, warna darah violet kehitaman dan bentuknya butiran, sakit menunjukkan gejala panas. Bila tidak butiran dan tidak sakit menunjukkan gangguan kerusakan pembuluh / saluran.

  • Haid tiba-tiba berhenti tengah jalan menunjukkan gangguan emosi (marah).

  • Keputihan (sel darah putih), darah amis menunjukkan insaficiensi dan dingin, bila kuning dan bau busuk menunjukkan panas / lembab.

  1. 25 Juni 2013 pukul 13:46

    Thanks a bunch for sharing this with all of us you actually recognise what you’re talking approximately! Bookmarked. Kindly additionally talk over with my website =). We will have a link trade agreement among us

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: