Beranda > Wejangan > Wejangan Ibu Sri Pawenang

Wejangan Ibu Sri Pawenang

Anak-anakku, Rakyatmu pada dewasa ini sedang menghadapi maut, menghadapi kehancuran, maka waspadalah-waspadalah !!!!!.

Anak-anakku, pada engkaulah aku harapkan menjadi pelopor dunia, menjadi contoh bagi umat-umat lainnya, tetapi engkau hambur-hamburkan waktunya, tidak dipergunakan sebaik-baiknya, sayang anak-anakku.

Anak-anakku, kenapa masih mengkhawatirkan soal keduniawian? Tidak usah khawatir, bilamana engkau berbakti sungguh-sungguh terhadap Tuhan Hyang Maha Esa, mengabdi dengan suci dan iklas, keduniawian akan melimpah dihadapanmu, maka abdikanlah, tugas lahiriahmu akan terpenuhi. Berjuanglah demi pengabdian kepada Tuhan Hyang Maha Esa, jangan sampai Warga-warga menjadi korban. 

Para Tuntunan Khususnya, kamu sekalian diuji untuk menilai darmamu !!!.

Yogyakarta, 28 Desember 1967, jam 09.30 Di Sanggar Agung Candi Sapta Rengga,

Yogyakarta, 28 Desember 1967, jam 11 siang

  • Kita sekalian betul-betul telah berdosa, karena mestinya pada kesempatan ini kita sekalian telah dapat membawa bekal untuk melaksanakan tugas Allah yang telah ditugaskan kepada kita.
  • Pancasila Allah meresap di dalam hidup umat manusia. Abdikanlah dirimu kepada Hyang Maha Kuasa. Jangankanlah kau selalu merasa khawatir.
  • Dunia ini persediaan untukmu anak-anakku, pergunakanlah sebaik-baiknya. Kamu tiada kekurangan apa-apa, bila kamu betul-betul mengabdi kepada Tuhan.
  • Waspadalah-waspadalah, umat manusia mengalami kehancuran. Tugas Tuntunan jangan kau abaikan.
  • Anak-anakku ingatlah, Sri Gutama meninggalkanmu tanggal 16 Desember, tanggal 17 Desember Sri Pawenang lahir ditugaskan melanjutkan perjuangan Sri Gutama.
  • Tanggal 27 Desember 1914, Sri Gutama dilahirkan di dunia.
  • Tanggal 27 Desember 1952, Sri Gutama diberikan Wahyu Sujud, karena Sri Gutama belum mempunyai cara-cara Sujud kepada Hyang Maha Kuasa.
  • Sri Gutama dilahirkan untuk memberikan pepadang kepada umat, untuk mengembalikan ajaran Tuhan yang telah dirusak oleh pemeluk-pemeluknya. Maka Sri Gutama laksana sinar yang menyinar laksana surya, menyinari manusia dan makluk-makluk lainnya.
  • Asal mula manusia dari lima keagungan yang dipunyai Tuhan. Apabila manusia bisa melaksanakan kehendak Tuhan, maka menjadi manusia yang mengerti, berbudi luhur, dapat mengabdi nusa dan bangsa, menghayu-hayu buana. Namun manusia selalu lupa kepada pemberian Tuhan. Maka bila manusia melupakan pemberian Tuhan, manusia akan mengalami kehancuran.
  • Tanggal 27 Desember 1967 Roh Sri Pawenang naik dipertemukan dengan Sri Gutama. Kami diberi tugas menyampaikan, karena banyak banyak Tuntunan yang masih belum tahu akan tugas-tugasnya. Pesan kami, marilah kita bersama-sama berjuang melaksanakan tugas suci. Pertajamlah senjatamu.
  • Tahun 1968 Sapta Darma mulai memancarkan cahayanya, dan Tuntunan akan diuji yang gawat, diuji oleh alam sekelilingnya. Memang ini kehendak Tuhan. Maka jagalah jangan warga-warga menjadi korban. Maka apabila ada rintangan simpangilah, hindarilah, memang ini kehendak Tuhan, untuk menilai darmamu. Namun apabila para Tuntunan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya akan terhindar dari bahaya. Maka para Tuntunan sampaikanlah kepada para warga dan Tuntunan yang belum menerima ini.
  • Tugas jasmani akan terpenuhi jika tugas rokhani kamu dahulukan. Maka bila sebaliknya akan kesukaran dalam hidupnya. Tugas rokhani melaksanakan tugas dari Hyang Maha Kuasa.

Pencatat : Tuntunan Wilayah Kediri
Imam Hidayat

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: