Beranda > Ajaran Sapta Darma > Apakah Itu Sapta Darma dan cita-citanya?

Apakah Itu Sapta Darma dan cita-citanya?

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang telah dicapai oleh manusia modern dewasa ini sungguh sangat mencengangkan, khususnya pemenuhan manusia akan kebutuhan jasmaniahnya (dunia materi). Sedangkan kemajuan spritual ataupun kesempurnaan jiwa dan rohani tidaklah seimbang. Padahal rohani dan jiwa adalah motor penggerak daripada segala tingkah laku dan perbuatan yang tampak pada tindakan sehari-hari. Ketidak seimbangan tersebut membuat manusia menuju pada kehancuran.

Suatu kenyataan bahwa kepercayaan (kebatinan, kejiwaan dan kerohanian) bagi bangsa Indonesia telah merupakan suatu naluri dan dapat merupakan kebudayaan kita yang akhir-akhir ini dikalangan generasi muda kabur dan kurang mendapat perhatian.

Kerohanian Sapta Darma adalah suatu ajaran murni wahyu alam yang diterima oleh Bapak Panuntun Agung Sri Gutama yang nama aslinya bernama Bapak Hardjosapuro dari desa Pare, Kediri Propinsi Jawa Timur. Sapta Darma diturunkan untuk mengembalikan akhlak manusia dan memberikan pepadang kepada sekalian umat menuju kebudiluhuran. Sapta Darma mempunyai tujuan untuk memayu hayuning bahagianya buana artinya membimbing hidup manusia untuk dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akherat ( mencapai kebahagiaan hidup jasmani dan rohani ).

Adapun wahyu-wahyu yang diterima adalah sebagai berikut :

  • Wahyu Sujud adalah memuat ajaran tentang tata cara menembah kepada Allah Hyang Maha Kuasa.
  • Wahyu Racut adalah memuat ajaran tentang tata cara rohani manusia untuk mengetahui alam langgeng atau melatih sowan/menghadap Hyang Maha Kuasa.
  • Wahyu Simbol Pribadi Manusia menjelaskan tentang asal mula, sifat watak dan tabiat manusia itu sendiri, serta bagaimana manusia harus mengendalikan nafsu agar dapat mencapai keluhuran budi.
  • Wewarah Tujuh, merupakan kewajiban hidup manusia di dunia sekaligus merupakan pandangan hidup dan pedoman hidup manusia. Dalam wewarah tujuh tersebut tersirat kewajiban hidup manusia dalam hubungannya dengan Allah Hyang Maha Kuasa, Pemerintah dan Negara, nusa dan bangsa , sesama umat makluk sosial, pribadinya sebagai makluk individu, masyarakat sekitar dan lingkungan hidupnya serta meyakini bahwa keadaan dunia tiada abadi selalu berubah-ubah (Anyakra Manggilingan).
  • Wahyu Sesanti yamg cukup jelas dan gampang dimengerti oleh siapapun, membuktikan suatu etika/ciri khas Sapta Darma yang menitik beratkan kepada warganya harus membahagiakan orang lain (tansah agawe pepadang lan maraning lian).

Pada mulanya Ajaran Sapta Darma diturunkan dalam bahasa Jawa, dan dalam perkembangannya lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Kerohanian Sapta Darma mempunyai tujuan luhur yaitu hendak menghayu-hayu bahagianya buana. Antara lain membimbing manusia untuk mencapai suatu kebahagiaan hidup di dunia maupun di alam langgeng.

Tentang inti sari tujuan/cita-cita ajaran Kerohanian Sapta Darma adalah sebagai berikut :

  1. Menanamkan tebalnya kepercayaan, dengan menunjukkan bukti-bukti serta persaksian bahwa, sesungguhnya Allah itu ada dan tunggal (esa) serta memiliki lima sila (sikap perwujudan kehendak) yang mutlak, yaitu; Maha Agung, Maha Rokhim, Maha Adil, Maha Wasesa, Maha Langgeng. Menguasai alam semesta beserta isinya yang terjadi. Oleh karenanya manusia wajib mengagungkan Asma Allah, serta setia dan tawakal menjalankan segala perintahnya.
  2. Melatih kesempurnaan sujud, yaitu berbaktinya manusia kepada Hyang Maha Kuasa. Mencapai keluhuran budi dengan cara-cara yang mudah dan sederhana, dapat dilakukan oleh semua umat manusia.
  3. Mendidik manusia bertindak suci dan jujur, mencapai nafsu, budi dan pakerti yang menuju pada keluhuran dan keutamaan guna bekal hidupnya di dunia dan di alam langgeng.
  4. Mengajarkan warganya untuk dapat mengatur hidupnya , mengingat hidup manusia di dunia adalah rohaniah dan jasmaniah.
  5. Menjalankan wewarah tujuh yang dilandasi melatih kesempurnaan sujudnya.
  6. Membrantas kepercayaan akan takhayul dalam segala macam bentuk dan manifestasinya. Kerohanian Sapta Darma mengajarkan kepada manusia untuk melakukan/mengagungkan Allah Hyang Maha Kuasa, serta menyadari bahwa manusia adalah makluk yang tertinggi martabatnya, dimana hidupnya ada dalam kekuasaanNya. Dilarang keras mengagungkan batu, kayu, serta mengkeramatkan segala hasil karya manusia biasa. Dilarang mengagungkan serta minta pertolongan roh penasaran, jin, setan dan sebaginya.
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: