SALAM WARAS

Perkenankan kami adalah putra-putri bangsa yang mempunyai idiologi dan idealisme yang tergabung dalam wadah non pemerintah, .kami berniat dengan tulus untuk ikut mendarmabaktikan potensi kami guna kemajuan bangsa dan memberi kontribusi kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Dengan program-program kami yang terlampir dibawah ini.

Karena suatu alasan yang mendesak, bahwa telah terjadi adanya keterpurukan peradaban social, budaya, ekonomi, karakter yang semua itu sering kita saksikan di berbagai media. Sebenarnya masih banyak lagi fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat yang tidak terekspose. Dan seperti kita ketahui bahwa belum ketemunya “win-win solution” yang menjadikan keadaan negera dirasakan aman, nyaman dan tentram oleh rakyatnya. Read more…

ENING (SAMADI)

549325_496115777111448_610161693_nYang dimaksud ening /samadi ialah : menentramkan pikiran (pangrasa) yang beraneka warna angan–angan dan sebagainya. Dengan demikian mesti badan bergerak asal hal di atas telah dilakukan maka dapat dikatakan seseorang telah ening.

Sebaliknya meskipun tubuh kelihatan tenang tetapi pikiran angan–angan dan sebagainya masih kesana kemari, maka belum dapat dikatakan orang itu telah ening.

Ening samadi pada Kerokhanian Sapta Darma tak diperkenankan di
pakai atau digunakan untuk bermain–main, sebab dalam hal ini
dilakukan dengan menyebut/meluhurkan Asma Allah.

Diperkenankan ening bila melakukan pekerjaan/tugas yang luhur seperti misalnya:

1. Menerima perintah–perintah dari Hyang Maha Kuasa yang berupa isyarat/tanda–tanda, gegambaran–gegambaran, tulisan–tulisan, petunjuk–petunjuk (sastrajendra hayuningrat).

2. Memeriksa arwah orang tua/nenek moyang yang telah meninggal, bagaiman keadaannya sudahkahditerima di hadirat/sisi Hyang Maha Kuasa (di kasuwargan) atau belum. Bila masi di dalam pasiksan maka kitaa lakukan sujud, untuk mohon ampun dan bertobatnya arwah
tersebut akan segala dosa–dosa yang telah dilakukan semasa hidupnya di dunia. Sehingga dengan demikian dapat diterima/diangkat dari alam pasiksan, dan ditempatkan di tempat yang lebih baik.

3. Melihat tempat–tempat yang wingit (keramat = angker) dimana penghuni tempat itu banyak mengganggu manusia. Penghuni yang demikian dapat disingkirkan atau tempat tersebut ditawarkan/hambarkan.
Dengan ening penghuni dapat diketahui ujudnya, bagaimana roh penasaran atau setan –setan yang ada disitu: setelah diketahui maka
lalu roh tersebut dimohon ampun pada Hyang Maha Kuasa agar dapat ditempatkan di tempat yang semestinya, serta upaya tidak lagi
melakukan gangguan pada manusia.

4. Ening dapat dipakai guna mendahului segala tindakan atau tutur kata dengan maksud melatih kesabaran dan sifat yang berhati–hati guna menuju kebijaksanaan. Dengan demikian sikap, langkah, tindakan serta tutur katanya menjadi selalu benar.
Dalam hal ening dapat dilakukan dengan mata terbuka atau terpejam.

5. Guna melihat saudara/keluarga yang jauh yaitu bilamana ada keperluan yang penting sekali dan ada perasaan yang mendorong untuk itu.

(PETIKAN DARI BUKU WEWARAH)

SALAM WARAS

PENYEMBUHAN ORANG SAKIT SERTA CARA–CARANYA

GambarPenyembuhan yang dilakukan oleh Warga Sapta Darma adalah penyembuhan di jalan Tuhan. Artinya melakukan penyambuhan itu dilaksanakan atas kuasa dan sesuai dengan petunjuk–petunjuk dari Hyang Maha Kuasa. Bagi Warga Sapta Darma diwajibkan pula menolong mengobati pada umat sekalian yang sedang sakit apabila diperlukan.

Pertolongan dalam hal ini dilarang sama sekali untuk mengharapkan balas jasa, baik berupa apapun saja selain berdasarkan atas cinta kasih atau belas kasihan. Jadi melulu menjalankan sikap Kerokhanian Allah. Read more…

PERUWATAN MAKAM PUJANGGA RANGGA WARSITA

GambarAmenangi jaman edan 
ewuh aya ing pambudi 
Melu edan nora tahan 
yen tan melu anglakoni 
boya kaduman melik 
Kaliren wekasanipun 
Dilalah karsa Allah 
Begja-begjane kang lali
luwih begja kang eling lawan waspada”. (pupuh 7, Serat Kalatidha)

Terjemahan :

Mengalami jaman gila
sukar sulit (dalam) akal ikhtiar
Turut gila tidak tahan 
kalau tak turut menjalaninya 
tidak kebagian milik 
kelaparanlah akhirnya 
Takdir kehendak Allah 
sebahagia-bahagianya yang lupa
lebih berbahagia yang sadar serta waspada”. 

Syair yang sangat terkenal diatas adalah salah satu karangan Pujangga Ronggo Warsito mengajari kita tentang bertakwa kepada Allah, Eling lan waspada, Rame ing gawe dan Mawas diri. Konsep, ide dan gagasan yang sangat kompleks dapat dikemas beliau dengan bahasa yang sederhana, lugas dan mudah dimengerti semua kalangan. Ajaran-syair beliau juga menjadi salah satu pustaka ajaran KSD yang ada di dalam tembang pengiring sujud. Read more…

PERUWATAN MAKAM PAHLAWAN KUSUMA BHAKTI SURAKARTA

523572_512668945456131_764483331_nTanggal 21 Maret 2013, pukul 21.00-24.00 WIB Remaja/warga KSD Wonogiri ( Ken Aru beserta istrinya, timur wong, mas yono, pak sugi) dan Sragen( jarwanto, sukoco, mbah sumardi, sukamsi, widayat) melaksanakan kewajiban (PERUWATAN) di MAKAM PAHLAWAN KUSUMA BHAKTI SURAKARTA (Depan Taman Satwa Jurug Solo).

Sosok pemuda yang gagah berani “Brigadir Jenderal TNI Anumerta Ignatius Slamet Rijadi” wafat di usia 23 tahun merupakan pencetus pasukan khusus TNI yang dikemudian hari dikenal dengan nama Kopassus, dimana makam beliau ada di tengah makam para pahlawan. Di usianya yang sangat muda, pihak lawan yaitu belanda menjadi kagum dengan kepemimpinannya karena Salmet Rijadi ternyata adalah seorang bocah yang dapat mengkomando hingga belanda tak berdaya. Sejarah atau biografi beliau dapat di lihat di link berikut ini: http://id.wikipedia.org/wiki/Slamet_Rijadi . Sekarang ini apabila anda ke solo dan lewat jalan Slamet Riyadi maka anda akan melihat Patung Pahlawan Slamet Riyadi ditengah-tengah jalan depan gapuro alun-alun utara.  Read more…

Joko Budug

Legenda Petilsan Makam Joko Budug (cerita singkat Petilasan Makam Joko Budug). Joko Budug nama lengkapnya adalah Raden Haryo Bangsal Putra Raja Majapahit. Pada suatu ketika Joko Budug / R. Haryo Bangsal pergi dari rumah sampailah di desa Bayem Taman Daerah Sine Ngawi mampir ke rumah Mbok Rondho Dadapan sampai beberapa waktu.

CONTOH MP3 BELAJAR MACAPAT (Tembang Pangiring Sujud)

Sesuai dengan hasil SARNAS REMAJA PUSAT 2011 tertuang dalam bidang rohani dan budaya di opsi no.2, remaja diharapkan untuk membudayakan tembang pengiring sujud, ketika diadakan sujud penggalian remaja di pusat dan daerah. Tidak hanya itu, remaja diharapkan siap untuk menjadi pengare-ngare dalam kegiatan sanggaran, sujud bersama maupun acara lainnya. Untuk itu supaya remaja dapat belajar tembang pengiring sujud kami menyediakan contoh tembang macapat dalam bentuk mp3 yang dapat di download ke alamat dibawah ini:

DHANDHANGGULA

http://www.ziddu.com/download/19483896/DHANDHANGGULA1.mp3.html

http://www.ziddu.com/download/19483902/dhandhanggula2.mp3.html

http://www.ziddu.com/download/19483905/dhandhanggula3.mp3.html

http://www.ziddu.com/download/19483897/dhandhanggula4.mp3.html

http://www.ziddu.com/download/19483903/Dandanggula5.mp3.html Read more…

SEKILAS TENTANG LANGKAH KONGKRIT REMAJA KSD JAKARTA

Catatan perjalanan remaja KSD Sragen ke Jakarta (tgl 15-19 Mei 2012)

Wejangan Panuntun Agung Sri Gutomo, “Satriya utama di tebihno saking sak kabehing angkara murka”. Perlu di garis bawahi disini bahwa para warga yang selalu mengolah, menggali dan mencita-citakan kesampurnaan sejati (lahir, makarti, mati sempurna)  dalam jalan hidupnya akan terhindar dari semua yang bersifat angkara murka. Akan tetapi apabila warga KSD dalam perjalanan hidupnya tidak selaras dalam kewajiban yang berlaku dapat dikatakan “ewuh ing pambudi”, yaitu merupakan sebuah 2(dua) pilihan yaitu terbebas atau terjajah oleh angkara murka dalam diri pribadi yang berakibat kebingungan/kebodohan untuk melangkah kearah kesempurnaan sejati.

Dari dulu hingga sekarang sesepuh-sepepuh kita berkata, “mencari kesempurnaan sejati memang tidak mudah”, ilmu olah pikir dalam tata lahir sangat berbeda jauh dengan olah kesempurnaan sejati. Dicontohkan didunia pewayangan bahwa kresna/noroyono dalam olah pikir dalam tata lahir tidak diragukan lagi kemampuannya. Tetapi untuk mencapai mati yg sempurna, Kresna perlu belajar banyak dari saudaranya Werkudara. Di dalam studi pembelajaran, kresna perlu belajar sumeleh/iklas, mbangun candi sapta rengga, memisahkan rasa-pangrasa, menyempurnakan roh leluhur dan juga penggruwatan roh-2 penasaran maupun perewangan-perewangan yang berasal dari cintraka/buah nafsu hidup manusia yang matinya kurang sempurna.   Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.